👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bulughul Māram
🔊 Hadits ke-1 | Hak Sesama Muslim
(bagian 1)
⬇️Download Audio
http://goo.gl/v2dahq
بسم
اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Para ikhwan
dan akhwat sekalian yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita akan
memasuki pembahasan Kitaabul Jaami' yaitu sebuah kitab yang ditulis oleh
AlHaafizh Ibnu Hajar رحمه اللّه yang beliau letakkan di akhir pembahasan dari Kitab
Buluughul Maraam Min Adillatil Ahkaam.
Kita tahu
bahwasanya Kitab Buluughul Maraam Min Adillatil Ahkaam adalah kitab yang
mengumpulkan hadits-hadits Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tentang fiqih,
mulai dari Bab Thaharah, kemudian Bab Shalat dan Bab Haji, Bab Zakat, Bab Jihad
dan seluruhnya.
Namun yang
menakjubkan dari AlHaafizh Ibnu Hajar, di ujung Kitab Buluughul Maraam, beliau
meletakkan Kitaabul Jaami'. Dan Kitaabul Jaami' ini tidak ada hubungannya
dengan masalah fiqih, tapi dia lebih cenderung berhubungan dengan masalah adab,
masalah akhlaq, tentang akhlaq yang baik, tentang akhlaq yang buruk yang harus
dijauhi, tentang dzikir dan do'a.
Wallaahu
a'lam, seakan-akan AlHaafizh Ibnu Hajar ingin mengingatkan kepada kita
bahwasanya jika seorang telah menguasai bab-bab ilmu, telah menguasai
masalah-masalah fiqih maka hendaknya dia beradab dan dia memiliki akhlaq yang
mulia.
Karenanya di
akhir kitab tersebut, di akhir Kitab Buluughul Maraam, maka beliau meletakkan
sebuah kitab yang beliau namakan Kitaabul Jaami'.
Kitaabul
Jaami', al jaami' dalam bahasa arab artinya yang mengumpulkan atau yang
mencakup.
Dikatakan
Kitaabul Jaami', kenapa? Karena kitab ini mencakup 6 bab yang berkaitan dengan
akhlaq sebagaimana yang tadi kita sebutkan.
Bab Pertama
adalah Baabul Adab.
Bab Kedua
adalah Bab Al Birr Wa Shilah, yaitu bab tentang birr wa shilah, bab tentang
bagaimana berbuat baik dan bagaimana bersilaturahmi.
Bab Ketiga
Baabul Zuhud wa Wara', tentang zuhud dan sifat wara'.
Bab Keempat
Baabut Tarhiib Min Masaawil Akhlaaq, bab tentang yang memperingatkan tentang
akhlaq-akhlaq yang buruk.
Bab Kelima
Baabut Targhib Min Makaarimul Akhlaaq yaitu bab tentang motivasi untuk memiliki
akhlaq yang mulia.
Bab Keenam
Baabudz Dzikir Wad Du'aa, yaitu bab tentang dzikir dan do'a.
Maka disebut
dengan Kitaabul Jaami' karena di dalam kitab ini mencakup 6 bab.
Kita masuk
yang pertama, yaitu Baabul Adab (bab tentang adab).
Yaitu
maksudnya adalah bab ini mencakup hadits-hadits yang menjelaskan tentang adab-adab
Islam di dalam Islam yang seorang muslim hendaknya berhias dengan akhlaq
(perangai-perangai) yang mulia tersebut.
Hadits
pertama, yaitu dari Abu Hurairah radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu :
قَالَ رَسُولُ اَللهِ صلى الله عليه وسلم : حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
Dari Abu
Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam
bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam: jika kamu
bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundangmu maka penuhilah
undangannya, jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat, jika ia
bersin dan mengucapkan ‘Alhamdulillah’ maka do‘akanlah ia dengan
‘Yarhamukallah’, jika ia sakit maka jenguklah dan jika ia meninggal dunia maka
iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim).
Bahwasanya
hak seorang muslim atas muslim yang lain ada 6 :
Jika engkau
bertemu dengan dia maka berikanlah salam kepadanya.
Jika dia
memanggilmu (mengundangmu) maka kamu harus memenuhi undangannya, maka penuhilah
undangannya.
Jika dia
minta nashihat kepada engkau maka nashihatilah.
Jika dia
bersin kemudian dia mengucapkan "alhamdulillaah" maka jawablah dengan
"yarhamukallaah".
Jika dia
sakit maka jenguklah dia.
Jika dia
meninggal maka ikutilah jenazahnya.
(Hadits ini
diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya)
Ikhwan dan
akhwat yang sekalian dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, disini kata
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, hak muslim seorang atas muslim ada 6.
Tentunya,
bilangan 6 ini bukanlah sesuatu yang tanpa batasan, artinya 6 ini hanya
menunjukkan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan secara khusus
namun bukan berarti tidak ada hak-hak yang lain.
Dalam
istilah ahlul 'ilmi (ulama) yaitu mafhumul 'adad laysa lahul mafhuum.
Bahwasanya bilangan tidak ada mafhum mukhalafahnya. Jadi 6 ini hanya sekedar
menunjukkan perhatian Nabi terhadap 6 perkara bukan berarti tidak ada hak-hak
yang lainnya.
Dan maksud
hak disini adalah perkara yang laa yanbaghi tarkuhu, yang hendaknya tidak
ditinggalkan. Bisa jadi perkara yang wajib, bisa jadi perkara mustahak yang
sangat ditekankan. Di dalam hadits ini mengumpulkan 6 hak.
Hak yang
pertama, jika engkau bertemu seorang muslim maka berilah salam kepada dia.
Tentu di antara amalan yang sangat mulia adalah memberi salam. Kata Nabi
shallallāhu 'alayhi wa sallam :
لاَ
تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
"Kalian
tidak akan masuk surga kecuali kalian beriman dan kalian tidak akan beriman
sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang
suatu perkara jika kalian melakukannya maka kalian akan saling
mencintai? Yaitu sebarkanlah salam di antara kalian".
Oleh
karenanya diantaranya afdhalul 'amal (amalan yang paling mulia) kata Nabi
shallallāhu 'alayhi wa sallam yaitu memberi makan kepada fakir miskin, kemudian
beri salam kepada orang yang kau kenal dan orang yang tidak kau kenal.
Bahkan
disebutkan diantara tanda-tanda hari kiamat yaitu seseorang hanya memberi salam
kepada orang yang dia kenal.
Salam
merupakan amalan yang indah, mendo'akan kepada sesama muslim. Dengan kita
menyebarkan salam maka akan sering timbul cinta diantara kaum muslimin, ukhuwah
islamiyah semakin kuat.
Tentunya
salam ada adab-adabnya, akan kita jelaskan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
Namun satu
yang menakjubkan dalam hadits Abdullah bin Sallam, salah seorang Yahudi yang
masuk Islam kemudian jadi sahabat, dia mengatakan :
أول
كلام سمعت من النبي صلى الله عليه و سلم يآيها الناس أَفْشُوا
السَّلامَ بَيْنَكُمْ
Dia
mengatakan, "Tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di Madinah,
pertama kali dia dengar kalimat Rasulullah, Rasulullah mengatakan "Wahai
manusia (wahai masyarakat), sebarkanlah salam diantara kalian".
Oleh
karenanya menyebar salam bukanlah perkara yang sepele melainkan diperhatikan
oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bahkan di awal dakwah Nabi shallallāhu
'alayhi wa sallam dengan menyebarkan salam.
Demikianlah,
kita akan lanjutkan dalam pertemuan berikutnya.
Wallaahu
a'lam bishshawaab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar