👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bulughul Maram
🔊Hadits ke-3 | Hakekat Kebaikan dan
Dosa Bag-2
⬇ Download Audio dan Transkrip
🌐 http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kita masuk
pada halaqoh yang ke-5, masih bersama hadits
وَ
عَنِ النَّوَّاسِ ابْنِ سَمْعَانَ رضي اللّه عنه قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّهِ صلّى اللّه عليه وسلّم عَنِ الْبِرِّ وَ اْلأِثْمِ فَقَالَ اَلْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَ اْلأِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ (أخرجه مسلم)
Dari sahabat
Nawaas bin Sam'an radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu dia berkata:
Aku bertanya
kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tentang kebajikan dan tentang
dosa. Kebajikan adalah akhlaq yang mulia. Dan dosa adalah apa yang membuat
hatimu gelisah dan engkau tidak suka kalau orang-orang melihat apa yang engkau
lakukan tersebut.
(Hadits ini
diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya).
Telah kita
bahas pada pertemuan sebelumnya tentang makna albirru husnul khuluq (kebajikan
adalah akhlaq yang mulia).
Dan pada
kesempatan kali ini kita akan membahas potongan hadits yang ke-2 yaitu tentang
dosa.
وَ
اْلأِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
Dosa adalah
apa yang menggelisahkan engkau dihatimu. Dan engkau tidak suka jika orang-orang
melihat kau melakukannya.
Hadits ini
menjelaskan tentang barometer untuk mengenal dosa. Tentunya dosa-dosa adalah melakukan
hal-hal yang dilarang oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Untuk
mengenal dosa, kita bisa melihat dengan mempelajari AlQuran dan sunnah-sunnah
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, apa yang dilarang oleh Allah dalam AlQur'an
maka itu adalah dosa. Apa yang dilarang oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam
dalam hadits-haditsnya maka itu adalah dosa.
Namun
terkadang ada perkara yang kita lakukan yang kita tidak sempat untuk melihat
dalilnya, tidak sempat untuk mengecek dalilnya atau kita tidak tahu dalilnya.
Tetapi tatkala kita hendak melakukannya muncul kegelisahan dalam dada kita,
muncul tidak ketenangan dalam hati kita tatkala kita hendak
melakukannya, ingatlah ini merupakan ciri dosa.
Karena dalam
hadits ini Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam telah menyebutkan barometer
dan indikator untuk mengenal dosa, beliau menyebutkan 2 ciri, yaitu :
1⃣ Yaitu menjadikan
dadamu gelisah.
2⃣ Engkau tidak suka
untuk dilihat oleh orang lain.
Kalau anda
melakukan suatu perkara kemudian anda merasa tenang, hati tidak merasa gelisah,
kalau orang lain tahu pun tidak jadi mengapa maka ini bukan dosa.
Tapi tatkala
anda melakukan sesuatu, kemudian ternyata hati anda gelisah atau tidak tenang
kemudian yang ke-2 tidak ingin orang lain tahu, tidak ingin tetangga tahu, tidak
ingin sahabat tahu, tidak ingin istri tahu, tidak ingin ustadz kita tahu, maka
ini merupakan ciri dosa maka berhati-hatilah. Dan sebaiknya kita meninggalkan
perkara yang menimbulkan ketidaktenangan tersebut.
Namun ingat
kata para ulama, hadits ini (sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ini)
berkaitan dengan orang yang hatinya masih sesuai fitrah, bukan orang-orang yang
melakukan kemaksiatan yang fitrahnya sudah rusak, yang membanggakan
kemaksiatan-kemaksiatan yang mereka lakukan, tidak punya malu, ini tentu tidak
berlaku bagi mereka, hadits ini.
Seperti
orang-orang yang memamerkan aurat mereka, orang-orang yang minum khamr
dihadapan banyak orang, orang-orang yang bangga dengan kejahatan-kejahatan yang
mereka laukan, maksiat-maksiat yang mereka lakukan, orang-orang yang terkadang
menshooting diri mereka tatkala mereka sedang bermaksiat, sedang berzina lalu
mereka sebarkan di dunia-dunia maya. Ini semua tidak berlaku bagi mereka disini
karena fitrah mereka telah rusak, adapun hadits ini berlaku untuk orang yang
masih punya rasa malu, yang fitrahnya masih baik, maka untuk mengenal dosa atau
tidak, maka dia memiliki 2 ciri, 2 indikator:
1⃣ Hatinya tidak
tenang
2⃣ Dia tidak suka
kalau ada orang yang melihatnya
Oleh
karenanya ikhwan akhwat sekalian yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla
sebagian ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa dosa itu pasti
mendatangkan kegelisahan.
Sebagaimana
penjelasan Ibnul Qoyyim rahimahullāhu Ta'āla: Barang siapa yang bermaksiat
kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla pasti dia gelisah, pasti dia tidak tenang.
Sebagaimana kalau orang yang mengingat Allah :
ِ ۗأَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Ketahuilah
dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang. (ArRa'du:28)
Maka
kebalikannya, kalau lupa kepada Allah, maksiat kepada Allah maka pasti
mendatangkan kegelisahan, pasti mendatangkan gundah gulana, hatinya tidak
tenang, hatinya tidak tentram sampai dia bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa
Ta'āla.
Semoga Allāh
Subhānahu wa Ta'āla menjauhkan kita dari segala dosa dan semoga Allah
menjadikan kita hamba-hamba yang tawwābīn, yaitu jika kita berdosa segera kita
bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Demikianlah,
wabillaahit taufiq wal hidayah
Sampai
bertemu pada halaqoh berikutnya.
Assalaamu'alaykum
'alaykum warahmatullah wabarakaatuh.
Dari
Firanda, rekamannya di Mekkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar