👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bulughul Maram
🔊 Hadits ke-4 | Larangan Berbisik
Antara Dua Orang Ketika Sedang Bertiga
⬇ Download Audio dan Transkrip
🌐 http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Ikhwan dan
akhwat sekalian, kita lanjutkan pada halaqoh yang ke-6 dari Kitaabul Jaami'
yaitu bab tentang adab.
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم: «إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً, فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الْآخَرِ, حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ; مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ. (١)
(١) - صحيح. رواه البخاري (٦٢٩٠)، ومسلم (٢١٨٤)، وليس عند مسلم لفظ «ذلك».
Hadits dari
Ibnu Mas'ud radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu beliau berkata: Rasūlullāh shallallāhu
'alayhi wa sallam bersabda: Jika kalian bertiga maka janganlah 2
orang berbicara/berbisik bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak
sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang
ketiga tadi bersedih.
(Hadits ini
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dan lafalnya adalah terdapat
dalam Shahih Muslim).
Ikhwan dan
akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, hadits ini menunjukkan
akan agungnya Islam. Bahwa Islam adalah agama yang sempurna mengatur segala hal
sampai pada perkara-perkara yang mungkin dianggap sepele, seperti adab makan,
adab minum, adab yang lain-lain termasuk diantaranya adab bergaul.
Disini lihat
bagaimana Islam mengatur tatkala seorang sedang bertiga jangan sampai cuma 2
orang berkumpul kemudian berbicara berbisik-bisik sementara yang ketiga
ditinggalkan.
Apa
sebabnya? Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam :
مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُه
Karena perbuatan
ini bisa menjadikan orang yang ke-3 bersedih.
Timbul
kesedihan dalam dirinya, kenapa dia tidak diajak ngobrol. Dan Islam
memperhatikan hal ini, Islam tidak ingin seorang menyedihkan saudaranya.
Juga bisa
timbul dalam dirinya suuzhan, persangkaan-persangkaan yang buruk, mungkin
mereka ber-2 sedang ghibahi saya, sedang ngerumpiin saya atau sedang
menjelek-jelekkan saya.
Timbul
persangkaan-persangkaan yang syaithan terkadang mendiktekan kepada orang yang
ke-3 tersebut.
Oleh
karenanya, Allāh sebutkan dalam AlQur'an masalah ini. Kata Allāh Subhānahu wa
Ta'āla dalam surat AlMujaadalah ayat yang ke-10:
إِنَّمَا النَّجْوٰى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ...
Sesungguhnya
najwa (bisik-bisik) dari syaithan untuk menjadikan orang-orang yang beriman
bersedih.
Hal ini
menyebabkan orang yang ke-3 bersedih. Oleh karenanya bagaimana solusinya?
Kata Nabi
shallallāhu 'alayhi wa sallam:
ِ حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ
Sampai
kalian bercampur dengan (berbaur dengan) manusia.
Kalau sudah
bercampur dengan manusia, berkumpul dengan banyak orang maka tidak akan
menimbulkan kesedihan bagi orang ke-3, 2 orang ini ngobrol, orang yang ke-3
juga bisa mencari teman ngobrol yang lain maka tidak jadi masalah.
Yang jadi
masalah jika ada sekumpulan orang kemudian semuanya ngobrol bareng-bareng yang
satu 1 tidak diajak.
Oleh
karenanya meskipun lafalnya alhadits disebutkan "Jika kalian ber-3
kemudian 2 orang ngobrol dan 1 nya tidak diajak", maka ini mencakup jumlah
yang lebih, kata para ulama.
Contohnya
seperti ada 4 orang kemudian 3 orang ngobrol sendiri, kemudian yang 1 tidak
diajak maka juga termasuk dalam hadits ini, ini dilarang karena bisa
menimbulkan kesedihan bagi orang yang ke-4. Demikian juga kalau ada 5 orang,
kemudian 4 orang ngobrol sendiri, yang ke-5 tidak diajak maka ini juga dilarang
karena menyedihkan orang yang ke-5 dan seterusnya, yang ke-6, ke-7 dan
selanjutnya. Karena 'illah (larangan), sebab larangan dari hadits ini adalah
jangan sampai membuat sedih orang yang tidak diajak ngobrol tersebut. Jangan
sampai timbul persangkaan-persangkaan yang buruk dalam diri orang tersebut.
Oleh
karenanya para ulama menyebutkan, diantara bentuk najwa yang terlarang adalah
jika ada 3 orang kemudian 2 orang ini ngobrol dengan bahasa yang tidak dipahami
oleh orang ke-3, inipun dilarang. Mereka ber-2 ngobrol dengan bahasa, meskipun
mereka ber-3 dalam kondisi tubuh bersamaan tetapi, artinya 2 orang tidak
menepi, tidak, tetapi bareng-bareng ber-3, akan tetapi 2 orang ngobrol dengan bahasa
yang tidak difahami orang ke-3, ini tidak diperbolehkan, kata para ulama,
karena hukumnya sama, seakan-akan dia tidak diajak ngobrol.
Kalau diajak
ngobrol, kenapa dengan bahasa yang tidak dia fahami? Akan membuat dia sedih,
merasa dia tidak pantas atau merasa ada suatu rahasia berkaitan dengan dirinya
atau lainnya, akan datang syaithan mendiktekan hal-hal yang buruk dalam
dirinya.
Oleh
karenanya lihatlah indahnya Islam. Hadits ini sebenarnya hanyalah sekedar
sampel, sekedar hanya sebagai contoh, maksudnya jangan sampai seseorang
menyedihkan saudaranya, jangan sampai, seorang harus berusaha menjaga
perasaan saudaranya baik dia menyedihkan saudaranya dengan
perkataannya tidak boleh.
Apalagi
dengan perbuatannya, apalagi dengan sikapnya juga tidak boleh. Mungkin tidak
ada ucapan yang buruk dikeluarkan dari mulutnya tapi dengan sikapnya menjadikan
saudaranya sedih, inipun tidak boleh, lihat najwa dalam hadits ini tidak
berkait dengan ucapan yang keluar, tapi sikap, sikap 2 orang yang
berbisik-bisik berdua-dua, ini menyedihkan orang yang ke-3. Ini dilarang,
apalagi kalau kesedihan tersebut timbul dengan perkataan, apalagi dengan
perbuatan.
Dan juga
hadits ini menunjukkan seseorang dituntut jangan sampai menimbulkan
persangkaan-persangkaan yang buruk dalam saudaranya dan sahabatnya.
Demikian, wa
billaahit taufiq wal hidayah.
Assalaamu'alaykum
warahmatullahi wabarakaatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar