👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bulūghul Marām
🔊 Hadits ke-15 | Adab Makan (Makan
& Minum Dengan Tangan Kanan)
⬇ Download Audio dan Transkrip
🌐 http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
ADAB MAKAN
(MAKAN DAN MINUM DENGAN TANGAN KANAN)
بسم
اللّه الرحمن الرحيم
Kita masuk
pada halaqoh yang ke-18.
َوَعَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ (أخرجه مسلم)
Dari Ibnu
'Umar radhiyallāhu 'anhumā bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam
bersabda :
"Jika
salah seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan
kanannya dan jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya.
Sesungguhnya syaithan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan
kirinya pula." (HR Muslim)
Para ikhwan
dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, sebagian ulama berpendapat
bahwasannya makan dan minum dengan tangan kanan hukumnya hanya sekedar sunnah,
tidak sampai pada derajat wajib karena ini berkaitan dengan masalah adab dan
pengarahan.
Namun
pendapat yang benar adalah bahwasanya makan dan minum dengan tangan kanan
hukumnya adalah WAJIB, bukan sekedar sunnah.
Karena
banyak dalil yang menunjukkan hal ini.
Di antara
dalilnya adalah :
① Dalil yang kuat adalah hadits ini, yaitu makan dan
minum dengan tangan kanan dalam rangka untuk menyelisihi syaithan yang makan
dan minum dengan tangan kiri.
Dan Allāh
Subhānahu wa Ta'ālā memerintahkan kita untuk menyelisihi syaithan dan kita
wajib untuk menyelisihi syaithan.
Kata Allāh
Subhānahu wa Ta'ālā:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ
"Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah
syaithan." (QS An Nuur: 21)
Karena sifat
syaithan makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri, maka kita
diperintahkan untuk menyelisihinya.
Ini juga
dalil berkenaan dengan beriman dengan yang ghaib yaitu tentang syaithan.
Syaithan tidak dapat kita lihat akan tetapi kita meyakini bahwa syaithan juga
makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri.
Di antara
dalil yang menguatkan bahwa syaithan makan dan minum adalah bahwasanya dalam
beberapa hadist Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yang menyebutkan
tentang dampak dari makan dan minumnya syaithon yaitu buang air.
Dalam hadits
disebutkan, ada seseorang di sisi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kemudian
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan :
مَا
زَالَ نَائِمًا حَتَّى أَصْبَحَ، مَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ، فَقَالَ: بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنِهِ.
Bahwasanya
orang tersebut ketiduran sampai pagi hari dan tidak bangun untuk shalat shubuh.
Maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan bahwa syaithan telah
kencing di telinga orang tersebut (ini sehingga tertidur pulas dan tidak
mendengar adzan shubuh)."
(HR.
Bukhari)
Dalam hadits
yang lain Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan bahwa syaithan
buang angin.
Disebutkan
bahwasanya tatkala orang hendak shalat maka syaithan akan mengganggu.
Kata
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
إِذَا نُودِيَ بِالصَّلاةِ ، أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ
"Jika
dikumandangkan adzan untuk shalat maka syaithan pun lari dan dia memiliki
kentut dan buang angin."
Ini juga
menujukkan bahwa syaithan makan dan minum kemudian buang air dan juga buang
angin. Kita beriman akan hal yang ghaib ini.
Jadi yang
menunjukkan bahwa makan dan minum dengan tangan kanan adalah hukumnya WAJIB
adalah karena kita diperintahkan untuk menyelisihi syaithan yang makan dan
minum dengan tangan kiri.
② Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam
memerintahkannya secara mutlak.
Contohnya
ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memerintahkan :
يَا
غُلامُ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ
"Wahai
anak muda, makanlah dengan tangan kananmu."
③ Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah
mendoakan keburukan bagi orang yang makan dengan tangan kiri.
أن
رجلا أكل عند رسول الله صلى الله علية وسلم بشماله . فقال : " كل بيمينك " قال : لا أستطيع . قال : " لا استطعت " ما منعه إلا الكبر . قال : فما رفعها إلى فيه .
Dalam hadits
Salamah bin Al Akwa radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu, ada seorang yang makan di sisi
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan tangan kiri, maka beliau mengatakan :
"Makanlah dengan tangan kananmu."
Kata orang
tersebut: "Saya tidak bisa makan dengan tangan kanan."
Maka
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan keburukan bagi orang ini,
beliau mengatakan: "Engkau tidak akan mampu, sesungguhnya tidak menghalanginya
kecuali karena kesombongan."
Maka orang
ini pun tidak mampu mengangkat tangan kanannya untuk makan setelah itu, dia
selalu menggunakan tangan kirinya.
Kenapa?
Karena dia tidak mau menggunakan tangan kanan dan karena dido'akan keburukan
oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Kalau
perkara makan dengan tangan kanan hanyalah sunnah, tidak wajib, maka Rasūlullāh
shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak akan mendo'akan keburukan bagi orang ini.
Ikhwan dan
akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, diantara perkara yang perlu
kita perhatikan adalah bahwa yang merupakan perkara ta'abbud (ibadah) adalah
makan dan minum dengan tangan kanan.
Adapun
menggunakan sendok atau sumpit untuk makan maka ini merupakan perkara adat
istiadat.
Yang
penting, tatkala kita menggunakan sumpit atau sendok tersebut kita
menggunakannya dengan tangan kanan.
Perkara yang
perlu saya ingatkan juga adalah:
• Mengenai
minum dengan tangan kiri. Kebiasaan sebagian orang tatkala sedang makan
kemudian merasa tangan kanannya kotor maka dia pun memegang gelas dengan tangan
kiri kemudian minum dengan tangan kiri tersebut.
Ini
merupakan perkara yang diharamkan (tidak boleh), meskipun tangannya kotor harus
memegang gelas tersebut dengan tangan kanan, nanti toh gelas tersebut akan
dicuci juga.
Sehingga,
jangan gara-gara takut gelasnya kotor maka kemudian minum dengan tangan kiri
karena ini mengikuti cara syaithan.
• Demikian
juga jika seseorang makan dengan menggunakan dua tangan misalnya, tangan
kanannya memegang sendok dan tangan kirinya memegang garpu.
Maka
ingatlah, tangan kiri hanya sekedar untuk membantu tapi tatkala mengangkat
makanan hendaknya dengan tangan kanan.
Jangan
sampai karena menggunakan garpu dengan tangan kirinya, kemudian dia makan
dengan tangan kirinya juga, inipun diharamkan oleh para ulama karena mengikuti
syaithan.
Demikianlah
apa yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini
وبالله التوفيق والهداية
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Tidak ada komentar:
Posting Komentar