👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bulughul Maram
🔊 Hadits ke-3 | Hakekat Kebaikan dan
Dosa Bagian 1
⬇ Download Audio dan Transkrip
🌐 http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
بسم
اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Kita
lanjutkan ke hadits berikutnya :
وَ
عَنِ النَّوَّاسِ ابْنِ سَمْعَانَ رضي اللّه عنه قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّهِ صلّى اللّه عليه وسلّم عَنِ الْبِرِّ وَ اْلأِثْمِ فَقَالَ اَلْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَ اْلأِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاس
Dari sahabat
Nawwas bin Sam'an radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu beliau
berkata:
Aku bertanya
kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tentang makna AlBirr (yaitu
kebajikan) dan itsm (yaitu dosa)-Apa itu kebajikan? Apa itu dosa?. Maka Rasūlullāh
shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata AlBirr (kebajikan) adalah akhlaq yang
mulia. Adapun dosa yaitu apa yang engkau gelisahkan dihatimu dan engkau tidak
suka kalau ada orang yang mengetahuinya.
(Hadits ini
diriwayatkan oleh Imam Muslim).
Ikhwan dan akhwat
sekalian yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Sahabat ini bertanya
kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tentunya agar dia bisa beramal dan
demikianlah adab seorang yang hendak bertanya maka dia niatkan tatkala dia
belajar adalah untuk diamalkan. Dan yang ditanya oleh sahabat ini adalah
pertanyaan yang sangat indah, tentang apa sih hakikat kebajikan dan apa sih
hakikat dari pada dosa.
Adapun
jawaban Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berkaitan dengan hak kebajikan, kata
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam : husnul khuluq (akhlaq yang mulia).
Padahal kita
tahu bahwasanya kebajikan itu mencakup banyak sekali perkara. Semua kebaikan
adalah kebajikan. Tetapi kenapa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam
mengkhususkan penyebutan husnul khuluq (akhlaq yang mulia) ? Ini menunjukkan
akan keutamaan dan keistimewaan akhlaq yang mulia.
Karenanya
sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ini mirip seperti sabda Nabi
shallallāhu 'alayhi wa sallam:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
"Haji
adalah arofah."
Artinya apa
? Inti daripada ibadah haji adalah wukuf di padang arofah. Bukan berarti haji
cuma wukuf di padang arofah saja, tidak. Ada namanya thowaf, ada namanya sa'i,
ada namanya ihram, ada namanya ibadah-ibadah yang lain (lempar jamarat, mabit
di Mina, mabit di Muzdalifah). Ini semua merupakan rangkaian ibadah haji.
Tetapi Nabi
shallallāhu 'alayhi wa sallam mengkhususkan penyebutan wukuf di padang arofah
karena dia adalah inti dari pada ibadah haji.
Sama seperti
albirru husnul khuluq (kebajikan adalah akhlaq yang mulia). Artinya apa ?
Akhlaq mulia memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Oleh karenanya
kalau kita ingin melihat dalil-dalil tentang akhlaq yang mulia sangat banyak.
Seperti
sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
لَيْسَ شَيْءٌ أَثْقَالُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
"Tidak
ada suatu yang lebih berat dari pada akhlaq yang mulia dalam timbangan pada
hari kiamat."
Ini
menunjukkan kalau seseorang memiliki akhlaq yag mulia maka akan sangat
memperberat timbangan kebajikannya. Di hari yang sangat dia butuhkan
kebaikan itu tatkala hari kiamat kelak.
Contohnya
juga Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan dalam haditsnya :
إِنَّ رَجُلَ لاَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ صَائِمِ قَائِمِ
"Sesungguhnya
seorang dengan akhlaqnya yang mulia bisa meraih derajat orang yang senantiasa
berpuasa sunnah dan senantiasa shalat malam."
Orang ini
mungkin dia jarang shalat malam, mungkin dia jarang puasa sunnah. Tetapi dia
akhlaqnya mulia, orang senang dekat sama dia, orang bahagia duduk sama dia,
orang senang mendengar wejangan-wejangannya. Orang senang mendapatkan
bantuannya. Maka meskipun dia jarang shalat malam meskipun dia jarang berpuasa
sunnah namun dia mendapat pahala orang-orang seperti itu. Kenapa? Bihusni
khuluqihi, dengan akhlaqnya yang mulia. Dan lihatlah sabda Nabi shallallāhu
'alayhi wa sallam :
أَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا
"Orang
yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah yang paling
baik akhlaqnya."
Jika anda
ingin dekat dengan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pada hari kiamat,
perbaiki akhlaq anda. Karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam
mengatakan yang paling dekat dengan aku adalah yang paling baik akhlaqnya.
Ini
menunjukkan keutamaan dan keistimewaan akhkaq yang mulia, dia adalah amalan
yang spesial. Jangan kita sangka amalan itu hanyalah shalat, hanyalah puasa,
hanyalah zakat. Akhlaq yang mulia adalah amalan yang sangat spesial yang sangat
mulia disisi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Apabila
seseorang berusaha menghiasi dirinya dengan akhlaq yang mulia, jangan seorang
mengatakan :
"Saya
tidak bisa merubah akhlaq saya".
"Saya
memang begini modelnya".
"Saya
diciptakan begini modelnya, tabiat saya memang seperti ini".
Kalau akhlaq
tidak bisa dirubah, buat apa hadits-hadits yang begitu banyak tentang akhlaq
yang mulia?. Buat apa ayat-ayat Allah turunkan tentang memotivasi orang-orang
berakhlaq mulia?
Ini
menunjukkan akhlaq bisa dirubah. Seorang yang pelit bisa jadi orang dermawan.
Seorang yang pemarah bisa jadi seorang yang penyabar. Jangan sampai seorang
mengatakan :
"Saya
memang suka marah",
"Saya
memang temperamental".
Jangan!
"Saya
begini tipenya".
Seperti itu
orang bisa merubah akhlaqnya.
Oleh karena
dalam hadits Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
"Aku
menjamin istana di bagian atas surga bagi orang yang terindah akhlaqnya."
Dalam riwayat
lain :
لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ
"Bagi
orang yang memperindah akhlaqnya."
Berarti
akhlaq itu bisa diperoleh, bisa diraih.
Dalam hadits
kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
مَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ الله
"Barangsiapa
yang berusaha bersabar maka Allah akan jadikan dia penyabar."
Orang yang
pemarah bisa jadi penyabar.
Karenanya
para hadirin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Inilah keutamaan
keistimewaan akhlaq mulia.
Para ulama
menyebutkan diantara akhlaq mulia sebagaimana perkataan Ibnul Mubaarok : Akhlaq
mulia terkumpul pada 3 perkara :
طَلاَقَةُ الوَجه ، وَبَذْلُ المَعروف ، وَكَفُّ الأذَى
"Yaitu
wajah yang sering berseri-seri, senyum. Kemudian mudah untuk berbuat baik
kepada oranglain dan tidak mengganggu oranglain."
Ini 3 rukun
akhlaq :
Wajah sering
berseri-seri, murah senyum kepada oranglain, artinya tidak merendahkan dan
tidak menghinakan orang lain.
Ringan
tangan untuk membantu orang lain.
Tidak
mengganggu orang lain.
In
syaa' Allah kita akan lanjutkan lagi pada halaqoh berikutnya.
Wabillaahit
taufiq.
Assalaamu'alaykum
warahmatullah wabarakaatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar